Archive for the ‘KHASIAT HULBAH’ Category

Biji atau tepung klabet (fenugreek)

Biji atau tepung klabet (fenugreek). Beberapa studi yang dilakukan tahun 1990-an menemukan kalau konsumsi biji fenugreek dosis tinggi bisa menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL. Salah satu studi bahkan menemukan penurunan sebanyak 38%. Akan tetapi, semua studi ini hanya studi kecil.

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id

galaktomannan diperoleh dari hasil ekstraksi biji fenugreek Trigonellafoenum graecum. Methi – sebutan fenugreek di India

Emas yang Tercecer di Sampah
Oleh trubus

Galaktomannan adalah polisakarida yang terdiri dari rantai mannose dan galaktosa. Di industri makanan, senyawa itu biasa dipakai sebagai penggumpal. Pada industri es krim, galaktomannan membuat es tidak cepat mencair. Selain itu, ia juga digunakan oleh industri pembuatan keju, buah kalengan, dan bumbu salad.

Di luar negeri, galaktomannan diperoleh dari hasil ekstraksi biji fenugreek Trigonellafoenum graecum. Methi – sebutan fenugreek di India – adalah tanaman asli negeri Anak Benua itu. Ia juga tumbuh di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Selatan. Methi tanaman tahunan setinggi 30 – 60 cm. Biji tanaman anggota famili Leguminoceae itu dipanen pada umur 3 – 4 bulan dengan produktivitas 600 – 800 kg per hektar.

Ramai diteliti
Rakyat India mengenal methi sebagai tanaman obat sejak 25 abad silam. Menurut NK Mathur, dari Department of Microbiology, All India Institute of Medical Sciences, New Delhi, fenugreek mengandung 25 – 30%galaktomannan. Senyawa itu bermanfaat bagi kesehatan lantaran mengandung serat dan polisakarida. Tepung biji fenugreek yang dikonsumsi akan dihidrolisis oleh enzim di usus dan menghasilkan kalori 4 kkal/g.

Galaktomannan berperan sebagai sumber serat makanan dan memicu pertumbuhan bakteri usus yang membantu pencernaan. Di Finlandia galaktomannan direkomendasikan sebagai salah satu obat untuk mengatasi hiperlipidemia alias kadar lemak darah tinggi. Seperti dikutip Duodecim Medical Publication , Finlandia, galaktomannan efektif menangkap lemak dan mengubahnya menjadi gumpalan-gumpalan dan dibuang bersama feses.

Galaktomannan juga ampuh menurunkan serum total kolesterol dan low density lipoprotein (LDL) kolesterol 10 – 15%. Sedangkan kadar high density lipoprotein (HDL) dan trigliserida tidak berubah. Di dalam tubuh, galaktomannan menghidrolisis enzim amilase untuk memperlambat penyerapan gula.

Hasil penelitian membuktikan bahwa galaktomannan dapat mengurangi 54%kadar gula pada urine penderita diabetes. Selain itu, ia juga menurunkan respon insulin terhadap makanan dan memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga kadar glukosa darah tetap normal. Oleh sebab itu, galaktomannan juga berkhasiat bagi penderita diabetes.

Ampas kelapa
Di luar negeri fenugreek sumber utama galaktomannan. Sayang, tanaman itu tidak ditemukan di Indonesia. Menurut Heny Herawati, dkk, dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, galaktomannan juga bisa diperoleh dari ampas kelapa sisa pengolahan minyak. Limbah itu mengandung 61%galaktomannan, 26% manan, dan 13%selulosa.

Menurut Andi Nur Alamsyah MT, periset Balai Besar Teknologi Pascapanen Pertanian, Bogor, galaktomannan dapat diisolasi dari ampas kelapa limbah pengolahan minyak kelapa murni dengan cara ekstraksi metanol. Ampas kelapa dicampur metanol di dalam tangki reaktor dengan perbandingan 1:3. Campuran itu diaduk selama 2 – 3 jam. Setelah ampas kelapa larut, didiamkan hingga terbentuk endapan galaktomannan.

Endapan itu kemudian dipisahkan dari metanol. Agar menjadi serbuk, endapan dikeringkan dengan freeze dryer . Hasil percobaan Andi, rendemen dari proses ekstraksi ampas kelapa itu sebanyak 20%. Artinya, dari 100 kg ampas kelapa, menghasilkan 20 kg galaktomannan.

Telah terbukti
Galaktomannan dari ampas kelapa tak kalah berkhasiat ketimbang fenugreek. Suryana Purawisastra MSc, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Departemen Kesehatan, meneliti pengaruh isolat galaktomannan terhadap penurunan kadar kolesterol pada kelinci. Isolat galaktomannan dibuat dengan 2 cara, yaitu isolasi galaktomannan murni dan menghilangkan kandungan senyawa mannan melalui fermentasi bakteri Bacillus subtilis.

Untuk percobaan itu, Suryana menggunakan kelinci strain lokal silangan Jawa Barat, berumur 3 – 4 bulan. Sebelum diteliti, kelinci diadaptasikan selama 4 minggu dan diberi ransum standar (basal diet)berupa pelet yang biasa digunakan bagi hewan percobaan. Kemudian, seluruh kelinci ditimbang, diperiksa keadaan fisik, dan diambil sampel darahnya untuk mengecek kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Selanjutnya kelinci dibagi menjadi lima kelompok:kelompok I sebagai kontrol, kelompok II diberi salah satu obat penurun kolesterol yang beredar di pasar, kelompok III diberi isolat galaktomannan murni, kelompok IV diberi ampas kelapa hasil fermentasi, dan kelompok V diberi ampas kelapa.

Hasil penelitian menunjukkan, isolat galaktomannan murni dari ampas kelapa dapat mencegah kenaikan kadar serum kolesterol kelinci sebesar 7,3%setelah 26 hari, dan 13,2 %setelah 52 hari. Bandingkan dengan salah satu obat penurun kolesterol yang diperoleh di pasar. Ia hanya sanggup mencegah kenaikan kadar kolesterol serum kelinci sebesar 6,6%setelah 26 hari, dan 9,2% setelah 52 hari. Selain itu, galaktomannan dapat mempertahankan kadar HDL darah.

Mengkonsumsi galaktomannan aman bagi tubuh. Itu terlihat dari kondisi jantung, hati, dan ginjal kelinci kelompok kontrol dengan kelinci kelompok yang mendapat perlakuan di akhir percobaan sama. Demikian juga dengan keadaan fisiknya.

Menurut Suryana, galaktomannan dapat mempercepat sekresi empedu dan senyawa sterol yang bersifat netral;mengurangi rasio antara pembakaran dan penyerapan lipid;dan menghambat sintesis kolesterol. Oleh sebab itu, galaktomannan dari ampas kelapa berpotensi dikembangkan secara komersial.

Dengan ditemukannya potensi khasiat galaktomannan pada ampas kelapa, tentu membawa harapan besar bagi produsen virgin coconut oil (VCO) alias minyak kelapa murni. Kini angggota famili Arecaceae itu tak hanya bermanfaat minyaknya, tapi limbah yang tercecer pun kini punya makna. Saat ini, harga 250 mg ekstrak fenugreek berkadar 85% galaktomannan mencapai US$26,75 setara Rp250.000.
UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id

Biji Fenugreek Menyeimbangkan Hormon

Biji Fenugreek Menyeimbangkan Hormon

Herba yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini aslinya dari tenggara Eropa dan Asia barat. Kini fenugreek (Trigonella foenum-graecum) tumbuh di beberapa belahan dunia, seperti India, Afrika Barat, Argentina, Perancis dan Amerika. Di Indonesia, biji fenugreek sering disebut kelabat, kelabet atau klabet dan antara lain digunakan sebagai bumbu gulai.

Fenugreek sangat kaya fitoestrogen. Inilah yang menyebabkannya populer sebagai pelancar ASI di Eropa. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi juga dapat mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pasca melahirkan.

Untuk mengonsumsinya, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menimbulkan diare, namun dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya. Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi.

Kelabet bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Pelancar ASI Tidak Hanya Katuk

Bukan hal aneh jika daun katuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Begitu juga dengan Maudy Koesnaedi (32 tahun), artis dan presenter yang 3 bulan lalu melahirkan putra pertamanya, Eddy Maliq Meijer. “Sudah tiga bulan ini saya akrab dengan daun katuk. Sebelum mengandung Eddy saya Sudah banyak mendengar bahwa daun katuk sangat baik untuk melancarkan ASI. Ketika saya coba, ternyata khasiatnya cukup terasa. Sekarang daun katuk menjadi menu rutin yang harus ada dalam makanan sehari-hari”, tutur Maudy.

Daun katuk yang juga dikenal dengan nama katu, simani, karekur, atau cekop manis sudah populer sebagai pelancar ASI sejak zaman nenek moyang. Akibatnya, daun yang banyak dijual sebagai sayuran di pasar sampai supermarket ini sering diborong ibu-ibu yang baru melahirkan.

Sebetulnya, bukan hanya daun katuk yang berkhasiat sebagai pelancar ASI. Menurut Endah Lasmadiwati, herbalis, pada prinsipnya semua sayuran yang berwarna hijau tua bisa melancarkan ASI, misalnya daun pepaya, daun singkong, daun kacang panjang (lembayung), dan bayam.

Menurut Sisilia Indradjaja, B.Med, MHM, dokter ahli herba, sebenarnya tidak makan daun katuk juga tidak apa-apa. Fungsi daun katuk bisa digantikan oleh sayuran atau herba yang lain. Di Eropa, ibu-ibu yang baru melahirkan biasanya banyak mengonsumsi alfalfa dan fenugreek. Namun semua herba termasuk katuk dan dua herba itu hanya bersifat merangsang produksi ASI. “Yang paling menentukan proses menyusui adalah sucking reflect atau reflek menghisap pada bayi. Semakin sering dihisap, produksi ASI akan semakin banyak karena hormon oksitosin dan prolaktin yang ada ikut terpacu untuk terus memproduksi ASI,” tutur dokter Sisilia.

Kalaupun dikonsumsi, herba pelancar ASI justru efektif jika dikonsumsi pada awal masa menyusui. “Selanjutnya, kelancarannya tetap bergantung pada hisapan bayi, kondisi psikologis ibu dan nutrisi yang cukup,” tambahnya lagi.

Dimana Kehebatan Katuk

Jadi, apakah selama ini khasiat daun katuk hanya efek plasebo saja? Tidak juga. Penelitian yang menyatakan bahwa katuk efektif meningkatkan ASI pernah dimuat dalam jurnal Media Litbang Kesehatan volume XIV No. 3 tahun 2004. Disebutkan, ibu menyusui yang sejak hari kedua setelah melahirkan diberi ekstrak daun katuk sebanyak 3 x 300 mg setiap hari selama 15 hari berturut-turut, produksi ASI meningkat sebanyak 50,7%.

Selain itu daun katuk mengandung protein, lemak, kalium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C yang lengkap. Kandungan nutrisi inilah yang membuat daun katuk melancarkan ASI dengan berperan mencukupi asupan nutrisi. Tanaman yang daunnya bersifat dingin dan manis ini juga mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan tersebut menyebabkan daun katuk juga berperan sebagai antidemam, melancarkan air seni (diuretic), dan membersihkan darah, sehingga baik untuk ibu yang baru melahirkan.

Sebaiknya, konsumsi daun katuk yang telah dimasak. Perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat racun (anti protozoa) yang terkandung di dalamnya.

Alfalfa, Gudangnya Nutrisi

Seperti daun katuk, kecambah yang aslinya bernama Medicago saliva ini juga dikenal sebagai gudang nutrisi. Alfalfa berasal dari Asia Barat dan bagian timur kawasan Mediterania.

Perannya sebagai pelancar ASI tidak lepas dari kandungan gizinya yang sangat lengkap seperti kalsium, potasium, zat besi, seng, vitamin A, B, B6, C, E, dan K. Kandungan saponinnya menjaga sel darah merah ibu yang baru melahirkan sehingga terhindar dari anemia. Sedangkan fitoestrogen yang terkandung di dalamnya berfungsi menyeimbangkan hormon estrogen, oksitosin, dan prolaktin selama masa menyusui.

Alfalfa dapat dikonsumsi mentah sebagai salad atau ditumis sebagai teman makan nasi. Jika ingin praktis, Anda bisa memilih alfalfa yang telah dikemas dalam bentuk tablet atau kapsul yang terstandarisasi atau berbentuk cairan klorofil. Alfalfa bisa Anda dapatkan di supermarket atau toko sayuran impor.

Biji Fenugreek Menyeimbangkan Hormon

Herba yang sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ini aslinya dari tenggara Eropa dan Asia barat. Kini fenugreek (Trigonella foenum-graecum) tumbuh di beberapa belahan dunia, seperti India, Afrika Barat, Argentina, Perancis dan Amerika. Di Indonesia, biji fenugreek sering disebut kelabat, kelabet atau klabet dan antara lain digunakan sebagai bumbu gulai.

Fenugreek sangat kaya fitoestrogen. Inilah yang menyebabkannya populer sebagai pelancar ASI di Eropa. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi juga dapat mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pasca melahirkan.

Untuk mengonsumsinya, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari. Kandungan seratnya yang tinggi bisa menimbulkan diare, namun dapat diatasi dengan mengurangi dosisnya. Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi.

Kelabet bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Ibu Menyusui Harus Ekstra Hati-Hati

Segala sesuatu yang dikonsumsi ibu menyusui bisa mempengaruhi bayinya. Hal ini mengharuskan Anda untuk ekstra waspada saat akan mengkonsumsi herba.

Menurut dokter Sisilia, sebaiknya hindari herba yang dapat mengurangi produksi ASI seperti saga (Salvia officinalis) dan peterseli (Pertoselinum crispum); herba yang sifat kerjanya mempengaruhi hormon seperti adas (Foeniculum vulgare); bersifat pencahar seperti lidah buaya (Aloe vera); dan yang dapat terakumulasi di ginjal seperti comfrey (Symphytum officinale).

Jika mengkonsumsi herba dalam bentuk ekstrak atau kemasan, Anda harus memperhatikan kandungan bahan, tanggal kadaluarsa, aturan pakai, dan identitas produsennya.

Jangan lupa, teguhkan niat sebelum mengkonsumsinya. Ketulusan dan niat yang kuat untuk menyusui akan mempengaruhi pikiran Anda agar lancar memproduksi ASI. Mengutip ucapan Maudy, “Menyusui adalah memberikan salah satu yang terbaik pada anak. Untuk itu, kita harus mengusahakannya sekuat tenaga”.

#sumber: majalah nirmala

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id

Fenugreek (Trigonella Foenum-Graecum L.)

Fenugreek (Trigonella Foenum-Graecum L.)
Fenugreek digunakan untuk meningkatkan fungsi pencernaan, meredakan nyeri lambung, dan merangsang fungsi hati. Benih dari Fenugreek kaya akan protein, dengan sejumlah besar asam amino seperti : lysine, tryptophan, leucine, histidine, dan arginine yang dapat membantu proses pencernaan.

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id

APA ITU HULBAH?

Rasulullah saw bersabda :

” Sekiranya umatku tahu akan kelebihan Halba nescaya mereka sanggup
tukarkannya dengan sebanyak timbangan emas “
(Books of Sufi Healing m.s.58)

Pada suatu hari Rasulullah saw menziarahi sahabat Saad bin Abi Waqqas yang
sedang sakit. Rasulullah saw menyuruh dipanggil tabib. Al Harith Ibn Qaldah
datang merawat Saad bin Abu Waqqas. Beliau menganjurkan agar Saad makan
Halba dan Korma Ajwa’. Dengan izin Allah Saad pun sembuh dari sakitnya.
Rasulullah saw kemudiannya bersabda :

” Gunakanlah Halba sebagai ubat”
( Qamus Al-Tibb � Ahad Qodamah-Mesir)

KEGUNAAN HALBA

1. Diminum sebagai teh untuk

– Melancarkan haid
– Menghilangkan kembung,sebu dan senak
– Pencuci perut
– Menguatkan jantung
– Menghilangkan lender tekak
– Melegakan sakit kepala/ migraine
– Membuang angin
– Menyembuhkan buasir
– Senggugut
– Merangsang rahim
– Kegemukan
– Kurang berat badan
– Mengawal kencing manis
– Radang kulit dan Bisul

2. Teh Halba + Madu
– Kurangkan ketagihan rokok dan dadah
– Anemia

3. Untuk anak2 yang baligh
– kecergasan
– kekuatan badan
– Tumbesaran

4. Untuk ibu menyusu
– Banyakkan air susu

5. Halba juga adalah ramuan tradisi menambahkan nafsu lelaki dan wanita.

Memanaskan buah pinggang dan organ pembiakan. Menjadi amalan kuno tabib
China untuk rawatan mati pucuk.

Halba merupakan antara ubatan yang tertua di dunia dan digunakan oleh
Al-Abqirad ( Hippocrates) iaitu bapa perubatan Yunani.

HABBATUSSAUDA OBAT SEGALA MACAM PENYAKIT KECUALI KEMATIAN (HR. BUKHARI MUSLIM) MADU OBAT YANG MENYEMBUHKAN BAGI MANUSIA (QS:AN-NAHL: 69) UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id