Archive for the ‘KANKER OTAK’ Category

kanker otak

ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. TEH DAUN SIRSAK WAJIB DIKONSUMSI SETIAP ORANG YANG BER-OTAK. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam

Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar

Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:

  • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
  • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
  • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa… Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Anatomi otak manusia

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.

Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:

  • sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
  • daya penglihatan berkurang
  • penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
  • gangguan berbicara
  • gangguan pendengaran
  • gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
  • gangguan saraf
  • anggota gerak melemah atau kejang
  • pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol

Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

sumber : http://kankerotak.org/info/gejala-kanker-otak.html

Tanda-Tanda Anda Terserang Tumor Otak

ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

TIDAK diragukan lagi, jumlah penderita tumor pada otak terus meningkat. Dahulu penyakit ini kerap mendera orangtua di usia 70-an, namun kini usia penderita bergeser pada dewasa muda hingga paruh baya.

Sementara itu pada anak-anak, penyakit ini menduduki peringkat ke-2 dalam kategori kanker setelah leukimia. Bahkan di beberapa negara, tumor otak malah menempatkan peringkat teratas.

Apa sajakah gejalanya?

Tumor otak berasal dari pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar. Terdapat kondisi yang memicu pertumbuhan sel-sel tersebut di luar batas normal dan terjadilah tumor. Ketika tumor ini mencapai ukuran tertentu, akan nampak beberapa gejala klinis.

“Tumor otak dapat terjadi secara primer atau sekunder. Artinya, pertama kali muncul di otak (primer) atau di bagian tubuh yang lain (sekunder), kemudian menyebar hingga ke otak. Tumor ini dapat bersifat jinak (tumbuh perlahan, contohnya sekira 10 tahun atau lebih), atau ganas (tumbuh dengan cepat, dan menyerang bagian tubuh yang lain, misalnya dalam 1-2 tahun),” jelas Dr Keith Goh, konsultan Bedah Syaraf di International Neuro Associates, Novena Medical Centre, Singapura.

Meskipun gejala-gejala klinis yang muncul berkaitan erat dengan lokasi dan ukuran tumor otak tersebut, katanya, gejala paling umum adalah sakit kepala hebat yang semakin parah di pagi hari, yang kadang dibarengi dengan mual dan muntah, serta gangguan penglihatan seperti kabur atau penglihatan ganda.

“Penderita dapat juga mengalami kebingungan, perubahan ciri kepribadian, rasa lemah pada lengan atau kaki, cadel, penurunan fungsi pendengaran hingga epilepsi. Jika gejala-gejala tersebut terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Bagaimana diagnosis ditegakkan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis guna mengevaluasi syaraf-syaraf otak, penglihatan, pendengaran, keseimbangan, reflek dan koordinasi motorik. Pemeriksaam radiologi otak kemudian akan dilakukan, seperti scan CT, scan MRI, angiogram, spektroskopi teresonansi magnetik dan tomografi emisi foton-tunggal terkomputerisasi (single-photon emission computerized PET).

“Dengan semakin meningkatnya angka penderita tumor otak, penting untuk mengenali gejala-gejala awal sedini mungkin dan segera periksakan diri ke dokter spesialis untuk memastikan. Ingat, deteksi dan penanganan dini akan membawakan hasil yang lebih baik,” tutupnya.

(tty)SUMBER : http://lifestyle.okezone.com/read/2010/12/21/27/405592/tanda-tanda-anda-terserang-tumor-otak

Kanker Otak

Daun sirsak terbukti mengobati kanker otak 100% sembuh total tanpa efek samping. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Kanker Otak

sumber : http://www.totalkesehatananda.com/braincancer4.html

Definisi Kanker Otak

Kanker otak adalah penyakit dari otak dimana sel-sel kanker (yang berbahaya) tumbuh dalam jaringan otak. Sel-sel kanker tumbuh membentuk massa dari jaringan kanker (tumor) yang mengganggu fungsi-fungsi jaringan otak seperti kontrol otot, sensasi, memori, dan fungsi-fungsi tubuh normal lainnya. Tumor-tumor yang terdiri dari sel-sel kanker disebut tumor-tumor bahaya (malignant), dan yang terdiri dari sel-sel yang bukan kanker (noncancerous) disebut tumor-tumor jinak (benign). Sel-sel kanker yang berkembang dari jaringan otak disebut tumor-tumor otak primer. Statistik-statistik menyarankan bahwa kanker otak adalah tidak jarang dan kemungkinan berkembang pada kira-kira 20,000 orang-orang per tahun.

Definisi Kanker Otak Metastatic

Sel-sel kanker yang berkembang dalam organ tubuh seperti paru (tipe jaringan kanker primer) dapat pergi ke organ-organ tubuh lain seperti otak. Tumor-tumor yang dibentuk oleh sel-sel kanker seperti itu yang menyebar (metastasize) ke organ-organ lain disebut tumor-tumor metastatic. Kanker otak metastatic adalah massa dari sel-sel (tumor) yang berasal dari organ tubuh yang lain dan telah menyebar ke dalam jaringan otak. Tumor-tumor metastatic pada otak adalah lebih umum daripada tumor-tumor otak primer.

Penyebab Kanker Otak

Tumor-tumor otak primer timbul dari banyak tipe-tipe jaringan otak (contohnya, sel-sel glial, astrocytes, dan tipe-tipe sel otak lain). Kanker otak metastatic disebabkan oleh penyebaran dari sel-sel kanker dari organ tubuh ke otak. Bagaimanapun, penyebab-penyebab untuk perubahan dari sel-sel normal ke sel-sel kanker pada keduanya tumor-tumor metastatic dan primer tidak dimengerti sepenuhnya. Data yang dikumpulkan oleh ilmuwan-ilmuwan penelitian menunjukan bahwa orang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu (situasi-situasi atau hal-hal yang berhubungan dengan orang-orang yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan persoalan-persoalan) lebih mungkin mengembangkan kanker otak. Individu-individu dengan faktor-faktor risiko seperti mempunyai pekerjaan di kilang minyak, seperti ahli kimia, orang yang membalsem, atau pekerja industri karet menunjukan angka-angka kanker otak yang lebih tinggi. Beberapa keluarga-keluarga mempunyai beberapa anggota-anggota dengan kanker otak, namun keturunan sebagai penyebab untuk tumor-tumor otak belum terbuktikan. Faktor-faktor risiko lain seperti merokok, paparan radiasi, dan infeksi virus (HIV) telah disarankan namun tidak terbukti menyebabkan kanker otak. Tidak ada bukti kuat bahwa kanker otak adalah menular, disebabkan oleh trauma kepala, atau disebabkan oleh penggunaan hp (cell phone).

Gejala-Gejala Dari Kanker Otak

Gejala-gejala yang paling umum dari kanker otak adalah kelemahan, kesulitan berjalan, seizures, dan sakit-sakit kepala. Gejala-gejala umum lain adalah mual, muntah, penglihatan kabur, atau perubahan pada kesiap-siagaan seseorang, kapasitas mental, memori, kemampuan berbicara, atau kepribadian. Gejala-gejala ini dapat juga terjadi pada orang-orang yang tidak mempunyai kanker otak, dan tidak satupun dari gejala-gejala ini sendirian atau dalam kombinasi dapat memprediksi bahwa seseorang mempunyai kanker otak. Kanker-kanker otak yang sedikit menghasilkan sedikit atau tidak ada gejala-gejala.

Tes-Tes Yang Digunakan Untuk Mendiagnosa Kanker Otak

Tes awal adalah interview (wawancara) dan pemeriksaan fisik dari orangnya oleh dokter yang kompeten (mampu). Hasil-hasil dari interaksi ini akan menentukan apakah tes-tes spesifik lain perlu dilakukan.

Tes yang paling sering digunakan untuk mendeteksi kanker otak adalah CAT scan (computed automated tomography atau CT). Tes ini merupakan rentetan dari x-rays dan tidak menyakitkan, meskipun adakalanya zat pewarna (dye) perlu disuntikan kedalam vena untuk gambar-gambar yang lebih baik dari struktur-struktur internal otak. Tes yang lain memperoleh popularitas karena kepekaan tingginya untuk mendeteksi perubahan-perubahan anatomic dalam otak adalah MRI (magnetic resonance imaging). Tes ini juga merupakan rentetan dari x-rays dan menunjukan struktur-struktur otak dalam detil lebih baik daripada CT. MRI tidak tersedia seluas seperti CT scanning. Jika tes-tes menunjukan bukti (tumor-tumor atau kelainan-kelainan dalam jaringan otak) dari kanker otak, maka dokter-dokter lain seperti ahli-ahli bedah syaraf, ahli-ahli syaraf yang spesialisasi dalam merawat penyakit-penyakit otak akan dikonsultasikan untuk membantu menentukan apa yang harus dilakukan untuk merawat pasien. Tes-tes lain (jumlah-jumlah sel darah putuh, electrolit-elektrolit, dll.) kemungkinan dipesan oleh dokter untuk membantu menentukan keadaan kesehatan pasien atau untuk mendeteksi persoalan-persoalan kesehatan lain.

Perawatan Untuk Kanker Otak

Rencana perawatan dibuat perorangan untuk setiap pasien kanker otak. Rencana perawatan dibangun oleh dokter-dokter yang spesialisasi dalam kanker otak, dan perawatan-perawatan bervariasi secara luas tergantung pada tipe kanker, lokasi otak, ukuran tumor, umur pasien, dan keadaan kesehatan umum pasien. Bagian utama dari rencana juga ditentukan oleh kehendak-kehendak pasien. Pasien-pasien harus mendiskusikan opsi-opsi (pilihan) perawatan dengan dokter-dokter mereka.

Operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi adalah kategori-kategori perawatan utama untuk kebanyakan kanker-kanker otak. Rencana-rencana perawatan individu seringkali termasuk kombinasi dari perawatan-perawatan ini. Terapi operasi mencoba untuk mengeluarkan tumor dengan memotongnya keluar dari jaringan otak yang normal. Terapi radiasi mencoba untuk menghancurkan sel-sel tumor dengan menggunakan radiasi energi tinggi yang difokuskan pada tumor. Kemoterapi mencoba untuk menghancurkan sel-sel tumor menggunakan kimia-kimia (obat-obat) yang didisain untuk menghancurkan tipe-tipe spesifik dari sel-sel kanker. Semua perawatan-perawatan mencoba untuk tidak merusak sel-sel otak yang normal.

Perawatan-perawatan lain yang mungkin adalah bagian dari beberapa rencana-rencana perawatan mungkin termasuk hyperthermia (perawatan-perawatan panas), immunotherapy (sel-sel imun diarahkan untuk membunuh tipe-tipe sel kanker tertentu), atau steroids untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan otak. Percobaan-percobaan klinik (rencana-rencana perawatan yang didisain oleh imuwan-ilmuwan untuk mencoba kimia-kimia atau metode-metode baru pada pasien-pasien) dapat menjadi cara lain untuk pasien-pasien untuk memperoleh perawatan secara spesifik untuk tipe sel kanker mereka.

Perawatan terbaik untuk kanker otak didisain oleh team dari spesialis-spesialis kanker dalam hubungan dengan kehendak-kehendak dari pasien.

Efek-Efek Sampingan Dari Perawatan Kanker Otak

Efek-efek sampingan dari perawatan kanker otak bervariasi dengan rencana perawatan dan pasien. Kebanyakan rencana-rencana perawatan mencoba untuk mempertahankan efek-efek sampingan ke minimum. Untuk beberapa pasien-pasien, efek-efek sampingan dari perawatan kanker otak dapat menjadi parah. Rencana-rencana perawatan harus termasuk diskusi dari efek-efek sampingan yang berpotensi dan memungkinkan mereka berkembang, sehingga pasien dan pemberi-pemberi perawatan mereka (keluarga, teman-teman) dapat membuat keputusan-keputsan perawatan yang tepat dalam hubungan dengan team medis mereka. Juga, jika efek-efek sampingan berkembang, pasien mempunyai beberapa pengetahuan dari apa yang harus dilakukan terhadap mereka seperti kapan untuk mengambil obat-obat tertentu atau kapan menelpon dokter mereka untuk melaporkan perubahan-perubahan kesehatan.

Efek-efek sampingan dri operasi termasuk peningkatan pada gejala-gejala yang sekarang ini, kerusakan pada jaringan orak yang normal, pembengkakan otak, danseizures. Perubahan-perubahan lain pada fungsi-fungsi otak seperti kelemahan otot, perubahan-perubahan mental, dan pengurangan pada segala fungsi terkontrol otak dapat terjadi. Kombinasi-kombinasi dari efek-efek sampingan ini mungkin terjadi. Efek-efek sampingan paling nyata segera setelah operasi namun seringkali berkurang dengan waktu. Adakalanya, efek-efek sampingan tidak berkurang.

Kemoterapi biasanya mempengaruhi (membunuh) sel-sel kanker yang sedang tumbuh dengan cepat namun juga dapat mempengaruhi jaringan normal. Kemoterapi biasanya diberikan secara intravena sehingga obat-obat dapat mencapai kebanyakan organ-organ tubuh. Efek-efek sampingan umum dari kemoterapi adalah mual, muntah, kehilangan rambut, dan kehilangan tenaga. Sistim imun seringkali ditekan oleh kemoterapi, yang berakibat pada kepekaan yang tinggi pada infeksi-infeksi. Sistim-sistim lain, seperti ginjal-ginjal dan organ-organ reproduksi, mungkin juga dirusak oleh kemoterapi. Kebanyakan dari efek-efek sampingan berkurang melalui waktu, namun beberapa mungkin tidak.

Terapi radiasi mempunyai kebanyakan dari efek-efek sampingan yang sama seperti kemoterapi. Kebanyakan terapi radiasi difokuskan pada jaringan kanker otak, jadi beberapa sistim-sistim tidak menerima radiasi langsung (sistim imun, ginjal-ginjal, dan lain-lain). Efek-efek pada sistim-sistim yang tidak menerima radiasi langsung biasanya adalah tidak separah yang terlihat dengan kemoterapi. Bagaimanpun, rambut dan kulit biasanya terpengaruh, berakibat pada kehilangan rambut (adakalanya permanen) dan kulit yang kemerahan dan menggelap yang memerlukan perlindungan dari matahari.

Prognosis Dari Kanker Otak Yang Dirawat

Kelangsungan hidup dari kanker otak yang dirawat bervariasi dengan tipe kanker, lokasi, dan umur dan kesehatan keseluruhan dari pasien. Pada umumnya, kebanyakan rencana-rencana perawatan jarang berakibat pada penyembuhan. Kelangsungan hidup yang lebih besar dari lima tahun, yang dipertimbangkan sebagai kelangsungan hidup jangka panjang, adalah kurang dari 10% tidak perduli rencana perawatan apa yang digunakan.

Jadi, mengapa menggunakan rencana perawatan apa saja ? Tanpa perawatan, kanker-kanker otak biasanya agresif dan berakibat pada kematian dalam rentang waktu yang singkat. Rencana-rencana perawatan dapat memperpanjang kelangsungan hidup dan dapat memperbaiki kwalitas hidup pasien untuk beberapa waktu. Sekali lagi, pasien dan pemberi-pemberi perawatan harus mendiskusikan prognosis mereka ketika memutuskan pada rencana-rencana perawatan.

Yang dapat Saya Lakukan Untuk Membantu Keluarga Saya (Dan Saya) Mengatasi Diagnosis Kanker Otak Saya

Diskusikan kekhwatiran-kekhwatiran anda secara terbuka dengan dokter-dokter anda dan anggota-anggota keluarga. Adalah umum untuk pasien-pasien kanker otak untuk khawatir tentang bagaimana mereka dapat melanjutkan menjalankan kehidupan-kehidupan mereka senormal mungkin; adalah juga umum untuk mereka menjadi takut, tertekan, dan marah. Kebanyakan orang-orag mengatasi lebih baik jika mereka mendiskusikan keprihatinan-keprihatinan dan perasaan-perasaan mereka. Meskipun beberapa pasien-pasien dapat melakukan ini dengan teman-teman dan saudara-saudara, yang lain-lain menemukan penghiburan (solace) pada kelompok-kelompok pendukung (orang-orang yang mempunyai kanker otak dan bersedia mendiskusikan pengalaman-pengalaman mereka dengan pasien-pasien lain) terdiri dari orang-orang yang telah mengalami situasi-situasi dan perasaan-perasaan serupa. Team perawatan pasien dari dokter-dokter harus mampu menhubungkan pasien-pasien dengan kelompok-kelompok pendukung. Sebagai tambahan, informasi tentang kelompok-kelompok pendukung lokal tersedia dari American Cancer Society di http://www.cancer.org/docroot/home/index.asp.

Kanker Otak

OBATI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Otak adalah pusat pengendalian pikiran dan seluruh tubuh. Otak bertanggung jawab atas fungsi pengenalan, emosi, ingatan, dan segala bentuk pembelajaran. Otak juga mengatur sebagian besar gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Secara umum, otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem).

Masing-masing bagian otak memiliki fungsi yang berbeda. Otak besar (cerebrum) memiliki fungsi yang sangat penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya yang berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak kecil (cerebellum) berfungsi untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.

Sedangkan batang otak (brain stem), mengendalikan fungsi-fungsi kehidupan dasar misalnya pernapasan dan laju denyut jantung, mengontrol tingkat kesiagaan, mengendalikan suhu tubuh, mengendalikan proses pencernaan, dan menyampaikan informasi dari otak kecil (cerebellum). Seperti bagian tubuh yang lain, otak juga bisa terkena tumor atau kanker. Tumor di dalam otak dapat berkembang menjadi kanker. Gejala tumor atau kanker otak sangat variatif, tergantung di mana tumor atau kanker itu bersarang dalam otak.

Gejala Kanker Otak

  1. Sakit kepala (menetap di daerah tertentu) disertai mual sampai muntah yang menyemprot.
  2. Daya penglihatan berkurang.
  3. Penurunan kesadaran.
  4. Gangguan berbicara.
  5. Gangguan pendengaran.
  6. Gangguan berjalan/keseimbangan tubuh (bila tumor atau kanker terdapat di otak kecil).
  7. Gangguan saraf.
  8. Anggota gerak melemah atau kejang.
  9. Jika terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat.

Penyebab Kanker Otak

  1. Faktor keturunan.
  2. Riwayat terkena benturan keras.
  3. Pola hidup yang kurang sehat. Misalnya: merokok, konsumsi berlebihan makanan berlemak, kurang serat, dsb.
  4. Bahan karsinogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan.
  5. Radiasi. Paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker.

Pencegahan Kanker Otak

  1. Pola hidup sehat, seperti menghindari konsumsi alkohol, rokok, dan makanan yang mengandung zat kimia/pengawet.
  2. Melakukan pemeriksaan secara teratur bagi yang memiliki faktor resiko terkena kanker otak, terutama yang memiliki riwayat penderita kanker otak. (pemeriksaan MRI dan CT-Scan).
  3. Konsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan. Antioksidan dapat membantu sel-sel tubuh menangkal radikal bebas penyebab kanker.

Pengobatan Kanker Otak

Ada 2 metode pengobatan kanker otak yang dapat di jalani, yaitu pengobatan kanker otak secara medis dan pengobatan kanker otak alternatif. Pengobatan kanker otak secara medis dilakukan melalui radiasi (penyinaran), kemoterapi, dan pembedahan untuk mengangkat jaringan yang terkena kanker. Pengobatan kanker secara medis bertujuan merusak dan membunuh sel kanker. Sedangkan pengobatan kanker alternatif ditekankan pada kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker.

Radiasi Tingkatkan Risiko Kanker Otak Pada Anak

ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Anak-anak yang terkena paparan terapi radiasi sebelum usia lima tahun diketahui memiliki risiko untuk terkena tumor pada otak atau sistem saraf pusatnya beberapa tahun kemudian. Data itu diperoleh dari penelitian terhadap anak-anak yang bertahan hidup dari kanker semasa kanak-kanak. Jenis tumor saraf yang sering ditemui pada anak-anak yaitu gliomas dan meningiomas, yang umumnya ditemukan pada otak dan juga bagian lainnya.

Sekitar 1% dari total penderita kanker usia anak-anak yang mampu bertahan dalam selang waktu bertahun-tahun diketahui akan terkena tumor pada sistem sarafnya jika mereka terkena radiasi. Risiko tertinggi untuk terkena kanker kedua kalinya (kanker pada sistem saraf) untuk anak-anak yang menjalani terapi radiasi pada usia sangat muda memiliki kemungkinan untuk berkembang menjadi kanker otak di kemudian hari.

Sebuah penelitian yang melibatkan 14.361 penderita kanker pada usia anak-anak yang bertahan setelah lima tahun terbebaskan dari kanker, 116 anak diantaranya beberapa tahun kemudian menderita kanker saraf. Sebanyak 40 orang diantaranya menderita gliomas berselang sembilan tahun setelah bebas dari kanker pertama di usia anak-anak dan 66 diantaranya menderita kanker meningiomas selang 17 tahun setelah dinyatakan sembuh dari kanker pertama pada usia anak-anak.

Penyembuhan dengan cara radiasi diketahui memang memiliki risiko hingga enam kali lipat untuk menyebabkan terjadinya glioma dan sepuluh kali lipat untuk terkena meningioma. Risiko terkena kanker pada saraf akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya dosis radiasi yang digunakan untuk terapi penyembuhan dari kanker pertama yang dideritanya.

Namun, para peneliti menyimpulkan bahwa perlu adanya pengamatan lebih lanjut bagi anak-anak yang mampu bertahan dari kanker di usia muda terutama yang menjalani terapi radiasi untuk menjadi petunjuk atau deteksi dini terhadap jenis kanker yang akan menyerang selanjutnya.

SUMBER : http://www.dechacare.com/Radiasi-Tingkatkan-Risiko-Kanker-Otak-Pada-Anak-I44.html

Sebuah Fakta Tentang Kanker Otak Stadium 4 Yang Bisa Sembuh

ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK BIN MUHSIN Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Sejak tahun 2000 saya mengenal perempuan ini di rumah seorang sahabat. Sejak awal itu pula beliau berkata langsung pada saya secara 4 mata agar saya belajar yoga padanya, katanya saya punya bakat untuk jadi guru yoga. For Free alias gratis. Demi sopan santun saya menolaknya dengan hanya tersenyum. Sungguh saya tak tertarik.

Setiap tahun berikutnya saya sesekali masih bertemu di berbagai tempat dan selalu saja beliau minta saya menjadi murid yoga-nya agar saya bisa menjadi penerusnya nanti, menjadi guru yoga. Dan saya tetap menolak dengan halus.

Bulan Januari 2009 saya tak sengaja bertemu lagi dengan beliau dan tiba-tiba saya mengatakan padanya bahwa saya tertarik untuk belajar yoga. Tentu saja beliau senang sekali. Sesuai janji, saya datang jam 2 ke rumahnya di Bintaro. Tapi ternyata pembantunya bilang beliau mendadak harus pergi tepat 15 menit sebelum jam 2. Tentu saja hati saya agak jengkel. Saya yang tinggal di Jakarta Timur merasa sudah menempuh jalan begitu jauh dan sia-sia. Tiga kali janji berikutnya juga begitu. Tapi saya yang tidak sabaran, entah kenapa tak mampu marah. Tetap saja saya bikin janji untuk datang lagi, dan lagi. Akhirnya setelah serangkaian diskusi, saya mulai belajar.

Suatu sore perempuan kelahiran Bali ini bercerita bahwa sebelum bisa yoga pernah menderita kanker otak stadium 4 dan semua dokter sudah menjadikannya kelinci percobaan untuk semua obat. Melalui meditasi dan therapi urine selama 2 tahun sang kanker lenyap. Sekarang semua organ tubuh yang pernah hancur karena chemotherapy sudah pulih. Rambutnya bahkan tak ada uban. Padahal usia beliau sudah 50 tahun. Sebagai wujud rasa syukur, beliau kini membantu beberapa teman yang menderita kanker dan lupus dengan air yang telah diisi energi dalam botol-botol air mineral. Tentu saja tidak bisa gratis karena semua energi dikumpulkan dengan meditasi yang menguras tenaga dan waktu.

Tapi yang ingin saya sampaikan adalah bahwa dengan keyakinan kuat untuk sembuh diiringi meditasi yang mengajarkan keheningan + ketenangan dan urine yang berasal dari dalam tubuh sendiri, mampu mengusir penyakit sedahsyat kanker stadium 4.

Saya menuliskan ini bukan sedang kampanye agar kita minum urine karena bagi muslim masih dianggap najis. Saya hanya ingin bercerita sebuah fakta. Itu saja.

Rahmah Hasjim, Jakarta, Mei 2009

sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=14309


Kanker Otak


ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. DAUN SIRSAK WAJIB DIKONSUMSI SETIAP ORANG BER-OTAK. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Oleh Dr. Keith Goh

Tidak diragukan lagi, jumlah penderita tumor pada otak terus meningkat. Dahulu penyakit ini kerap mendera orang tua di usia 70-an, namun kini usia penderita bergeser pada dewasa muda hingga paruh baya.Sementara pada anak-anak, penyakit ini menduduki

peringkat ke-2 dalam kategori kanker setelah leukimia. Bahkan di beberapa negara, tumor otak malah menempatkan peringkat teratas!

Apa sajakah gejalanya?

Tumor otak berasal dari pertumbuhan sel-sel otak yang tidak wajar. Terdapat kondisi yang memicu pertumbuhan sel-sel tersebut di luar batas normal dan terjadilah tumor. Ketika tumor ini mencapai ukuran tertentu, akan nampak beberapa gejala klinis.

Tumor otak dapat terjadi secara primer atau sekunder, artinya, pertama kali muncul di otak (primer) atau di bagian tubuh yang lain (sekunder), kemudian menyebar hingga ke otak.

Tumor ini dapat bersifat jinak (tumbuh perlahan, contohnya sekitar 10 tahun atau lebih), atau ganas (tumbuh dengan cepat, dan menyerang bagian tubuh yang lain, misalnya dalam 1-2 tahun).

Meskipun gejala-gejala klinis yang muncul berkaitan erat dengan lokasi dan ukuran tumor otak tersebut, gejala paling umum adalah sakit kepala hebat yang semakin parah di pagi hari, yang kadang dibarengi dengan mual dan muntah, serta gangguan penglihatan seperti kabur atau penglihatan ganda.

Penderita dapat juga mengalami kebingungan, perubahan ciri kepribadian, rasa lemah pada lengan atau kaki, cadel, penurunan fungsi pendengaran, hingga epilepsi. Jika gejala-gejala tersebut terjadi, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana diagnosis ditegakkan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis guna mengevaluasi syaraf-syaraf otak, penglihatan, pendengaran, keseimbangan, reflek dan koordinasi motorik. Pemeriksaam radiologi otak kemudian akan dilakukan, seperti scan CT, scan MRI, angiogram, spektroskopi teresonansi magnetik dan tomografi emisi foton-tunggal terkomputerisasi (single-photon emission computerized PET). (Gambar ilustrasi menunjukkan hasil MRI tumor pada otak).

Dengan semakin meningkatnya angka penderita tumor otak, penting untuk mengenali gejala-gejala awal sedini mungkin dan segera periksakan diri ke dokter spesialis untuk memastikan. Ingat, deteksi dan penanganan dini akan membawakan hasil yang lebih baik. Untuk info lebih lanjut kunjungihttp://www.flyfreeforhealth.com atau e-mail ke info@flyfreeforhealth.com.

Dr. Keith Goh Konsultan Bedah Syaraf di International Neuro Associates, Novena Medical Centre, Singapura

sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/02/02/09401942/Kenali.Sejak.Dini.Gejala.Tumor.Otak.

Kanker Otak

ATASI KANKER OTAT DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. Bisa dibeli online di www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

bagian_otakOtak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Saat tiba-tiba mendengar suara klakson dari belakang maka secepat kilat otak menyuruh kaki meloncat ke tepi, menyuruh leher menoleh ke belakang, menyuruh mata membelalak, menyuruh otot-otot menegang untuk mengatasi situasi darurat, menyuruh jantung memompa darah lebih kencang, menyuruh hidung tetap bernafas, dan masih banyak lagi yang harus diaturnya, bahkan terkadang masih sempat-sempatnya menyuruh mulut memaki….

otak_manusia. Semua itu dapat dilaksanakan bersamaan karena diatur oleh bagian otak yang berbeda-beda. Ya, otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Secara garis besar otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Masing-masing bagian terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi. Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak bisa terkena tumor maupun kanker. Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa.

Banyaknya bagian otak yang memiliki fungsi pengaturan tubuh yang berbeda-beda membuat tumor dan kanker otak memiliki gejala yang sangat variatif. Gejala yang muncul sangat tergantung di bagian otak mana tumor tersebut muncul.

Gejala umum tumor dan kanker otak adalah sebagai berikut:

Gejala Serebral Umum

Dapat berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus.

Nyeri Kepala

Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak.

Muntah

Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala.Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak.

Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:

– Mengalami status epilepsi

Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak di korteks, 50% pasien dengan astrositoma, 40% pada pasien meningioma, dan 25% pada glioblastoma.

kanker otak

ATASI KANKER OTAK DENGAN DAUN SIRSAK DARI KEBUN SIRSAK BIN MUHSIN. TEH DAUN SIRSAK WAJIB DIKONSUMSI SETIAP ORANG YANG BER-OTAK. Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam

Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar

Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:

  • Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
  • Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
  • Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa… Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).

Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.

Anatomi otak manusia

Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.

Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:

  • sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
  • daya penglihatan berkurang
  • penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
  • gangguan berbicara
  • gangguan pendengaran
  • gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
  • gangguan saraf
  • anggota gerak melemah atau kejang
  • pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol

Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

sumber : http://kankerotak.org/info/gejala-kanker-otak.html

Graviola untuk Kanker Otak

dr Andhika Rachman SpPD salah seorang penggiat daun sirsak untuk kanker otak

Segelas teh daun sirsak yang sembuhkan kanker otak 10000 kali lebih ampuh dari obat kanker lainnya

Apapun jenis kanker otak anda minumlah teh daun sirsak maka akan dibantu kesembuhannya hingga 10000 kali lebih cepat dibanding obat kanker lainnya. Konsumsi juga untuk pencegahan kanker otak dan masalah otak lainnya.

Prof Soelaksono Sastrodihardjo, teliti sirsak 1995-1996 dengan biaya dari Bank Dunia.

Bisa dibeli online di http://www.binmuhsingroup.comUNTUK KOLSUNTASI DAN PEMESANAN SILAHKAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Sedianya Nelleke Sosromihardjo menghadiri pesta pernikahan adiknya pada Juli 2009. Namun, usai mandi dan berpakaian rapi, bukannya berangkat ke pesta, tetapi ia justru tidur pulas di kamarnya.

anak-anaknya lebih dulu berangkat ke pesta pernikahan karena membawa kue dan penganan lain. Sedangkan suaminya berangkat dari kantor. Keesokan harinya keluarga bertanya alasan Nelleke tak menghadiri pesta pernikahan sang adik. Nelleke kaget, “Oh ya… padahal, kemarin saya sudah mandi. Kok lupa ya?” Ia benar-benar alpa bahwa kemarin adiknya melangsungkan pernikahan. Nelleke Sosromihardjo lupa menepati janji.

Setelah kejadian itu, ingatannya malah memburuk. Perempuan 53 tahun itu tak dapat mengetahui nama hari atau nama benda di sekitar dia. Jika minta tolong kepada pramuwisma untuk mengambil sesuatu, ia hanya menunjuk benda yang dimaksud, tanpa menyebut namanya. Ia sering salah sebut nama hari atau tanggal. Meski demikian ia bersikeras dirinya yang benar. Bahkan, pada siang hari yang terang benderang, ia tidak tahu apakah itu pagi, siang, sore, atau malam.

Tanpa respon

Keluarga membawa Nelleke ke sebuah rumahsakit di Jakarta Selatan pada Juli 2009 karena kondisinya kian mengkhawatirkan. Setelah melalui pemeriksaan intensif, antara lain dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI magnetic resonance imaging), dokter mendiagnosis Nelleke positif kanker otak. Sel kanker metastasis ke pelipis kanan dan menekan saraf-saraf motorik di kepala.

Untuk mengatasi penyakit ganas itu, dokter menyarankan agar Nelleke menjalani operasi pengangkatan sel kanker. Sayangnya, di rumahsakit itu fasilitas tak begitu lengkap sehingga dokter merujuk ke rumahsakit lain di Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Pascaoperasi Nelleke mengonsumsi lebih dari 5 jenis obat 3 kali sehari. Kondisi kesehatan Nelleke pun berangsur pulih. Ia mampu menyebut nama-nama benda di sekitarnya.

Namun, sepuluh bulan berselang, pada Mei 2010, tiba-tiba kondisi Nelleke memburuk. Dokter yang dulu menangani Nelleke dalam operasi, memang telah memprediksi bahwa dalam setahun mendatang sel kanker tumbuh lagi. Nelleke tak mampu berkomunikasi. Jika keluarga atau kerabat memanggil namanya, ia tak menyahut. Menurut suster yang merawat di rumah, Nelleke menolak makan dan minum. Ibu tiga anak itu tidak mau melakukan apa pun. Adik Nelleke, Tirza Tuwahatu, yang menjenguk melihat kondisi Nelleke yang datar. “Matanya kosong, ia menatap ke depan dan tidak ada reaksi, meski namanya dipanggil,” kata Tirza.

Keluarga kembali membawa Nelleke itu ke rumahsakit di Kota Tangerang Selatan. Menurut dokter yang memeriksanya, kondisi Nelleke memburuk juga diperparah oleh karena perawat di rumah tak memberikan obat. Perawat tak telaten karena untuk minum satu obat, Nelleke membutuhkan 15 menit. Harap mafhum, fungsi motorik tenggorokannya belum pulih benar. Tirza sebenarnya curiga karena tiap kali bertanya kepada perawat, apakah sudah memberikan obat, ia selalu menjawab sudah.

Padahal, dengan obat yang begitu banyak seharusnya perlu waktu agak lama untuk meminumkannya. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menjelaskan bahwa kanker otak membesar dalam sembilan bulan sejak operasi pada Agustus 2009. Untuk mengatasinya, Nelleke menjalani lima kali kemoterapi pada Juni 2010. Setelah operasi kedua, keadaan Nelleke berangsur-angsur pulih.

Ia bisa berjalan, meski perlahan-lahan. Selain itu memori Nelleke tampak lebih baik. Ia mampu mengingat dan menyebut nama-nama benda setelah operasi kedua. Namun, pada pertengahan Agustus 2010, ia bagai tak putus dirundung malang. Nelleke mendadak tidak bisa berjalan sehingga memerlukan bantuan orang lain dengan duduk di atas kursi roda. Saat itu ia juga kesulitan berbicara. Kesehatannya kembali memburuk.

Untuk ketiga kalinya, keluarga bergegas membawa Nelleke ke rumahsakit. Mengutip pendapat dokter, Tirza Tuwahatu mengatakan bahwa kemoterapi tidak memberikan pengaruh positif, justru merusak organ tubuh lain. Obat kemoterapi sama sekali tidak menyentuh sel kanker. Akibatnya sel kanker kembali membesar beberapa milimeter. Menurut dr Andhika Rachman SpPD, ahli kanker dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, keberhasilan kemoterapi konvensional untuk mengatasi kanker otak memang kecil.

Tingkat keberhasilan kemoterapi cukup baik untuk kanker otak jinak seperti meningioma dan jika hanya sedikit massa yang diambil. Artinya sel kanker masih kecil. Namun, setelah kemoterapi biasanya pasien mengalami gejala sisa mirip pasien stroke. “Makin besar massa kanker, makin besar pula gejalanya,” kata dr Andhika Rachman SpPD. Itulah sebabanya pengobatan kanker otak sebaiknya dengan penyinaran lebih banyak dan operasi pengangkatan.

Masih misteri

Andhika Rachman dari Divisi Hematologi-Onkologi Medik Rumahsakit Ciptomangunkusumo mengatakan bahwa sampai saat ini penyebab pasti munculnya kanker otak masih misteri. Tidak seperti kanker paru yang diakibatkan kebiasaan merokok. Gejala awal kanker otak berupa sakit kepala yang makin lama bertambah intensitasnya berbanding lurus dengan besarnya massa kanker di otak. Artinya, ketika massa sel kanker bertambah besar, maka intensitas sakit juga meningkat.

Selain itu, “Rasa sakit tergantung dari struktur organ yang ditekan oleh kanker. Sebab, kepala atau tengkorak bersifat rigid, tidak bisa mengikuti pertambahan volume sehingga massa otak terimpit,” ujar dokter alumnus Universitas Indonesia itu. Oleh karena itu gejala neurologis yang timbul akibat sel kanker sangat tergantung pada bagian yang didesak. Kadang-kadang muncul sakit kepala dengan penglihatan ganda atau diplopia. Menurut Rachman itu akibat daerah percabangan saraf atau optik bagian depan terserang sel kanker.

Namun, jika di daerah belakang yang terserang kanker, maka menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada umumnya penderita kanker otak merasakan sakit kepala yang hebat sekali. Sialnya, meski pasien disiplin mengonsumsi obat analgetik, tak cukup untuk meredakan sakit hebat itu. “Bila posisi kanker di daerah lindik, kadang-kadang emosinya berubah-ubah,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu. Harap mafhum, lindik memang berfungsi sebagai pengatur pusat emosi.

Singkat kata tulang tengkorak bersifat rigid atau tetap. “Sakit kepala timbul karena tekanan yang tinggi,” kata Rachman. Menurut dr Budi Darmawan Machsoos SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, lokasi tumor pada organ vital lebih cepat menimbulkan keluhan atau gejala yang khas. Organ vital itu antara lain otak, paru, pankreas, dan ginjal. Semakin lanjut stadium tumor, maka kian banyak keluhan.

Andhika Rachman mengatakan bahwa deteksi dini sel kanker paling bagus agar dapat penanganan tepat. Namun, pada kasus kanker otak, tidak semua bisa diangkat. Sebab, prinsip pengangkatan sel kanker termasuk area di sekitarnya hingga margin 2 mm. “Jika area dengan margin 2 mm diambil, massa otak bisa habis,” kata Rachman. Oleh karena itu pengangkatan kanker otak sebaiknya ketika sel kanker masih kecil atau belum menekan saraf otak.

Mengecil

Ketika kondisi Nelleke tak kunjung membaik, Tirza memberikan ekstrak daun sirsak dan herbal lain seperti sambiloto atas saran seorang herbalis. Sambiloto Andrographis paniculata berperan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Nelleke. Ketika kekebalan tubuh meningkat, mampu mengatasi gangguan kesehatan. Tirza menuangkan isi kapsul, mencairkan, dan memberikan kepada Nelleke. Dosis masing-masing satu kapsul tiga kali sehari.

Menurut dr Andhika Rachman SpPD herbal sebagai terapi suportif seperti dilakukan Nelleke bagus sekali. “Pertama, karena adanya senyawa antikanker dalam herbal itu. Kedua, akan meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Rachman. Ia tidak menyarankan herbal, tapi juga tidak melarang jika pasiennya ingin meminumnya. Yang penting dosisnya jelas.

Perkembangan signifikan terjadi setelah 12 hari Nelleke rutin mengonsumsi kapsul daun graviola alias sirsak. “Ia sudah bisa merespon jika ada yang memanggil namanya, diajak bicara sudah bisa menjawab meski masih terbata-bata. Ia pun bisa mengangkat tangannya setinggi bahu,” kata Tirza. Saat ini pengobatan Nelleke hanya berupa ekstrak herbal seperti daun sirsak dan sambiloto serta fisioterapi. Ahli fisioterapi dari sebuah rumahsakit di Jakarta Barat datang ke rumah Nelleke di Jakarta Selatan. Frekuensi fisioterapi tiga kali sepekan masing-masing selama satu jam.

Nelleke memeriksakan diri terakhir pada awal Maret 2011. Hasil pemindaian menunjukkan bahwa ukuran sel kanker mengecil. Sayang, ketika Trubus ingin melihat hasil rekam medis, Nelleke dan Tirza belum dapat memberikan. Sebab, anak-anaknya yang bermukim di Bandung membawa rekam medis itu. Informasi itu Trubus peroleh, setelah pulang liputan di Bandung. Trubus mewawancarai Nelleke di Jakarta.

Perihal membaiknya Nelleke dari kanker otak belum ada riset ilmiah yang mampu menjelaskan secara rinci. Uji praklinis daun sirsak pada umumnya untuk mengatasi kanker serviks, payudara, prostat, kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin, pun menggunakan ke-7 sel kanker itu. Prevalensi kanker otak memang relatif rendah ketimbang kanker payudara, misalnya.

Menurut data Direktorat Pelayanan Medik Departemen Kesehatan pada 2007, pasien kanker terbanyak yang dirawat di rumahsakit adalah pasien kanker payudara mencapai 8.277 orang, kanker serviks (5.786), kanker hati (4.759), dan leukemia (3.645). Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin. Mereka menemukan senyawa aktif acetogenins di dalam daun anggota famili Annonaceae itu.

Uji praklinis membuktikan bahwa acetogenins menghambat adenosina trifosfat (ATP), sumber energi bagi sel kanker. Padahal, sel kanker memerlukan banyak energi karena pembelahan yang sangat cepat. Akibat penghambatan itu maka sel kanker kekurangan pasokan energi sehingga akhirnya sel kanker mati. Acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP; sel-sel lain yang normal di dalam tubuh, tak diserang.

Jerry McLaughlin bersama Gina Belessa dan Jerry Loren memang meriset khasiat antikanker otak. Namun, mereka memanfaatkan pawpaw Asimina triloba. Antara sirsak Annona muricata dan pawpaw Asimina triloba memang masih sekerabat. Kedua tanaman itu sama-sama anggota famili Annonaceae. McLaughlin memberikan ekstsrak daun pawpaw kepada enam penderita kanker otak pada Februari 2003. Namun, Journal of Application Publication yang terbit pada 16 Juli 2009, hanya menyebutkan kondisinya membaik (feeling well).

Perbaikan kesehatan Nelleke relatif bagus karena mampu merespon ketika kerabat dan keluarga memanggil namanya. Ia juga dapat menyebut nama benda-benda di sekitarnya. Padahal, secara medis semula tak ada harapan. Ekstraksi daun sirsak dan daun sambiloto telah membangunkan harapan keluarga Nelleke. Tentu saja itu bukan segala-galanya. Sebab, kepedulian keluarga, jiwa, sikap, gaya hidup juga menentukan kesembuhan seseorang. (Sardi Duryatmo/Peliput: Endah Kurnia Wirawati)

SUMBER : http://www.trubus-online.co.id/trindo7/index.php?option=com_content&view=article&id=5274:graviola-untuk-kanker-otak&catid=81:topik&Itemid=520