CINNAMOMUM BURMANI / KAYU MANIS

Kayu manis mengurangi kadar gula darah dan koleterol

(By Aaron W. Jensen, Phd)*

Dr. Jensen adlah ahli biologi sel yang melakukan penelitian di Inggris, Jerman dan AS. Dia juga seorang dosen biologi dan nutrisi dan merupakan penulis beberapa artikel ttg kesehatan dan ilmu pengetahuan.

Dr Richard A Anderson dari Pusat Penelitian Nutrisi manusia, Departemen Pertanian AS menelti beberapa jenis extract tanaman yang berfungsi menyerupai insulin (hormon protein yang bertanggung jawab atas pengaturan kadar gula darah). Dari 49 jenis tanaman obat yang diteliti, ditemukan bahwa ekstrak kayu manis lebih efektif dibandingkan tanaman obat lain dalam aktivasi menyerupai zat insulin.

Dari penelitian lebih lanjut oleh group Dr Anderson, menemukan bahwa zat aktif dalam kayu manis yang berperan seperti insulin adalah senyawa kimia yang disebut methylhydroxychalcone polymer atau MHCP. Zat ini tidak hanya meningkatkan pengeluaran glukosa (gula darah) dari dalam sel, tetapi juga berperan dalam menstimulai sintesa glikogen (suatu polimer dari glukosa yang disimpan dalam hati dan jaringan otot yang digunakan saat tubuh membutuhkan energy cukup besar, misalnya saat olah raga).

Terlalu banyak mengkonsumsi kayu manis tidaklah bijak.
Dalam suatu peneilitian ttg dampak konsumsi kayu manis pada penderita diabetes type 2, digunakan serbuk kayu manis (bukan ekstrak). Dengan demikian, serbuk ini tidak hanya mengandung MHCP tetapi juga mengandung komponen lain diantaranya adalah coumarin yang dikenal sebagai anti koagulan (pengencer darah). Mengkonsumsi bubuk kayu manis dalam jumlah besar sehari-hari dapat bersiko pada kesehatan, terutama orang yang sedang mengkonsumsi coumarin untuk terapi penyakit tertentu. Namun demikian, jika kita mengkonsumsi ekstrak kayu manis (larut dalam air), tidak akan menimbulkan resiko sebagaimana jika kita mengkonsumsi serbuk kayu manis.

Cinnamon (kayu manis) menurunkan kadar gula darah secara cepat
Dari percobaan konsumsi serbuk kayumanis pada 60 orang yang terdiri dari 30 wanita dan 30 pria dengan usia rata-rata 52 th dan sudah mengidap penyakit selama 7 th dgn dosis 1,3 dan 6 gram, diukur kadar gula darah dan lemak (dalam kondisi berpuasa) dalam uji pertama, dan berlanjut pada 20, 40 hari dan 60 hari.
Hasilnya sungguh dramatis: Semua kadar pemberian kayu manis memiliki dampak yang kuat terhadap kadar gula darah dan kadar lemak. Kadar gula darah menurun sampai 18 – 29% setelah pemberian kayu manis selama 40 hari. Dimana pada pemberian dosis paling tinggi (6 gr/hari) menunjukan respon yang paling cepat, dan 1 gram/hari menunjukan penurunan yang stabil sampai hari keenam puluh sebanyak 16%.

Bagaimana insulin bekerja?
Pada penyakit diabetes type 2, peningkatan kadar gula darah terjadi saat glukosa tertahan dalam darah pada level tertentu untuk masuk kedalam sel-sel tubuh, hati, otot dan sel lemak. Hal ini disebabkan karena adanya “hubungan singkat/korsleting” pada jalur sinyal insulin, suatu reaksi kimia spesifik yang memungkinkan insulin berfungsi sebagai fasilitator trasportasi glukosa untuk melewati dinding sel. Insulin diproduksi oleh pankreas dan bertanggung jawab dalam peningkatan kadar gula darah (glukosa) saat memasuki darah. Insulin tsb memberikan tanda kepada dinding sel tubuh untuk menyerap glukosa kedalam sel sampai kadar tertentu yang mencapai kadar gula normal dalam darah. Saat molekul insulin mengikat reseptor insulin pada dinding sel, “gerbang” molekul akan terbuka dan membiarkan molekul glukosa untuk masuk ke dalam sel. Tetapi jika sistem ini tidak bekerja dengan baik, maka “gerbang” tidak akan bereaksi terhadap tanda/sinyal dari insulin dan dengan demikian akan mencegah glukosa masuk kedalam sel. Kondisi ini umum terjadi pada penderita obesitas dan disebut “insulin resistance” dan ini merupakan gejala penyakit diabetes. Dengan “insulin resistance”, glukosa yang terdapat di dalam darah akan meningkat tajam dan berbahaya untuk kondisi jangka panjang bagi kesehatan tubuh. Pankreas akan beruasa untuk menyesuaikan keadaan ini dengan memproduksi banyak insulin ke dalam darah yang pada akhirnya akan mengalami penurunan kinerja, sehingga insulin yang dihasilkan menjadi sedikit. Inilah saat nya terjadi perubahan dari buruk menjadi sangat buruk.

MHCP meningkatkan sensitivitas insulin
Dengan keadaan sebagaimana dijelaskan bagaimana insulin bekerja, disinilah kayu manis yang didalamnya terdapat MHCP bekerja. MHCP membuat sel menjadi lebih responsive terhadap insulin dengan kata lain meningkatkan sensitivitas insulin (kebalikan dari insulin resistance). Para peneliti di jepang akhir-akhir ini menemukan bahwa saat ekstrak kayu manis diberikan secara oral pada tikus percobaan, reseptor insulin pada jaringan sel otot menjadi lebih responsive. Meningkatkan sensitivitas insulin yang berarti lebih banyak glukosa yang masuk ke dalam sel, dan kadar gula dalam darah menjadi lebih teratur.

Kayu manis juga menurunkan kadar lemak darah
Dalam penelitian yang sama terhadap 60 orang tsb di atas, ditemukan terjadi penurunan kadar lemak dalam darah dengan hasil sbb:
– Total cholesterol turun sebanyak 12 – 26 %
– LDL cholesterol (kolesterol jahat) turun sebanyak 7 – 27%
– HDL cholesterol (kolesterol baik) tetap
– Trigeliserida (lemak) turun sebanyak 23 – 30%.
Dampak ini terjadi setelah pemberian kayu manis selama 40 hari dan 20 hari setelah pemberian kayu manis terakhir (60 hari)

Banyak tidak berarti lebih baik
Dalam pemberian dosis 1, 3 dan 6 gram pada penelitian tersebut menunjukan bahwa dosis 3 dan 6 gram perhari tidak lebih efektif dibandingkan dosis 1 gram per hari dalam penurunan kadar gula darah dan kadar lemak.

Kesimpulan:
kayu manis baik digunakan untuk mengatur kadar gula darah dan kadar lemak

Referensi:

1. Broadhurst CL, Polansky MM, Anderson RA. Insulin-like biological activity of culinary and medicinal plant aqueous extract in vitro. J Agric Fod Chem 2000 Mar;48(3):849-52

2. Jarvill-Taylor KJ, Anderson RA, Graves DJ. A hydroxychalcone derived from cinamon function as a mimetic for insulin in 3T3-LI adipocyates, J Am Coll Nutr 2001 Aug:20(4):327-36
3. Khan A, Safdar M, Khan MMA, Khattak KN, Anderson RA. Cinnamon improves glucose and lipids of people with type 2 diabetes. Diabetes care 2003 Dec;26(12):3215-8
4. Qin B, Nagasaki M, Ren M, Bajotto G, Oshida Y, Sato Y. Cinamon extract (traditional herbs) potentiates in vivo insulin-regulated glucose utilization via enhancing insulin signaling in rats. Diabetes Res Clin Pract 2003:62:139-48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: